Attachment Parenting (AP) atau pengasuhan anak yang kaya akan sentuhan adalah sebuah teknik pengasuhan yang kembali dipopulerkan dan dinamai ulang oleh Dr. William Sears, seorang DSA yang menjadi rujukan dengan buku fenomenalnya The Baby Book. Metode ini sebenarnya ditemukan pada tahun 1950 oleh John Bowlby yang menemukan bahwa anak-anak yang tidak pernah mengalami PA di awal kehidupannya (usia 0-3 tahun), tidak mampu belajar untuk membentuk hubungan yang sehat di kemudian hari. Mereka selalu merasa cemas, kurang empatik, bahkan tidak dapat menjaga emosi, bahkan mengalami gangguan dalam menjaga hubungan interpersonal.

Teori ini dulu sempat menghilang karena adanya kebutuhan Ibu untuk bekerja di luar rumah dan menjamurnya tempat penitipan anak. Namun, teori ini kembali menghangat terutama setelah melihat kecenderungan negatif yang disebutkan oleh John Bowlby beberapa puluh tahun yang lalu. Bahkan, para pemerhati mendirikan Attachment Parenting International (API) yang menyatakan bahwa terdapat 8 elemen penting dari Attachment Parenting  ini.

Nah, apa sajakah element yang disebut dengan attachment parenting?
1. MEMPERSIAPKAN KEHAMILAN, KELAHIRAN, DAN PENGASUHAN DENGA BAIK

Pengasuhan ini sangat percaya bahwa setiap orangtua harus memiliki pikiran positif tentang kehamilan. Maka dari itu, orang tua perlu menyiapkan diri untuk menyambut kehamilan dan kelahiran secara fisik dan mental. Salah satu caranya adalah dengan mencari layanan kesehatan yang menmyediakan informasi tentang perawatan bayi baru lahir. Selain itu, attachment parenting juga berarti orangtua siap mendidik diri sendiri tentang tahap perkembangan masa kanak-kanak untuk mepersiapkan masa depan dan beradaptasi dengan perubahan.

2. MEMBERI MAKAN  DENGAN CINTA DAN  MENGIKUTI ISYARAT BAYI

Menyusui adalah cara ideal untuk membuat memberikan sentuhan aman. Hal ini juga mengajarkan bayi bahwa orang tua akan mendengarkan isyarat mereka dan memenuhi kebutuhan mereka. Bahkan, menyusui dengan botol pun bisa dilakukan untuk memulai secure attachment. Ikuti isyarat makan untuk bayi dan anak-anak, seperti dengan mendorong mereka untuk makan ketika mereka lapar dan berhenti ketika mereka kenyang. Pengasuhan ini juga mengajarkan untuk memberikan pilihan makanan sehat dan memberikan contoh perilaku makan yang sehat.

3. MERESPON DENGAN SENSITIVITAS

Dengan metode ini, orang tua menganggap semua ekspresi, termasuk kemarahan, adalah upaya untuk berkomunikasi. Upaya tersebut harus dianggap serius dan dipahami, bukan dengan menghukum anak karena melakukan hal itu.

4.MEMASTIKAN TIDUR YANG AMAN SECARA FISIK DAN MENTAL

Bayi dan anak-anak memiliki kebutuhan pada malam hari seperti pada siang hari. Mereka merasa lapar, kesepian, dan ketakutan, serta merasa terlalu panas atau terlalu dingin. Mereka mengandalkan orang tua untuk menenangkan mereka dan membantu mereka mengatur emosi. Tidur terpisah dengan bayi atau anak dapat memiliki efek fisiologis dan efek psikologis yang merugikan.

5.MEMBERIKAN KONSISTEN DAN MENCINTAI PERAWATAN

Bayi dan anak-anak memiliki kebutuhan yang kuat untuk kehadiran fisik yang konsisten, penuh kasih, pengasuh responsif: idealnya orang tua. Jika diperlukan, orang tua harus berhati-hati memilih pengasuh alternatif yang telah membentuk ikatan dengan anak dan siapa yang menyayanginya untuk dia dengan cara yang memperkuat hubungan attachment. Menjaga jadwal yang fleksibel, dan meminimalkan stres dan ketakutan selama perpisahan singkat.

6.TERLIBAT DALAM PENGASUHAN MALAM HARI.

Ahli lampiran pengasuhan menyarankan untuk “co-sleeping”. Dengan co-sleepink, bayi tidur di kamar yang sama dengan orang tua sehingga mereka dapat memberi makan dan emosional menenangkan anak pada malam hari. Beberapa orang tua berlatih “tidur-sharing” atau tidur di ranjang yang sama dengan bayi. Tapi American Academy of Pediatrics menyarankan untuk melawan karena dapat meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak, atau SIDS.

7.RASA EMPATIK

Disiplin positif membantu anak mengembangkan hati nurani dipandu oleh disiplin intern sendiri dan kasih sayang bagi orang lain. Disiplin yang empatik, kasih, dan hormat memperkuat hubungan antara orangtua dan anak. Daripada bereaksi terhadap perilaku, menemukan kebutuhan yang mengarah ke perilaku. Berkomunikasi dan solusi kerajinan bersama-sama sambil menjaga martabat semua orang utuh.

8.MENYEIMBANGKAN KEDIUPAN PRIBADI DAN KELUARGA

Lebih mudah untuk menjadi emosional responsif ketika Anda merasa seimbang. Sikap ini menciptakan jaringan dukungan, tujuan yang realistis set, menempatkan orang-orang sebelum benda mati, dan jangan takut untuk mengatakan “tidak”. Mengenali kebutuhan individu dalam keluarga dan bertemu mereka untuk semaksimal mungkin tanpa mengorbankan kesehatan fisik dan emosional Anda. Jadilah kreatif, bersenang-senang dengan orangtua, dan mengambil waktu untuk merawat diri sendiri.

Sumber: sayangianak.com

Artikel Terkait

Agar Anak Sehat Unggul, Gemari Ikan Sedari Dini Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua Forikan Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan menghadiri Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfir LA...
Jabar Menerima Penghargaan dari KKBPK Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menerima Tanda Kehormatan dan Tanda Penghargaan Manggala Karya Kencana Bidang Kependudukan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Keluarga (KKBPK) Tahun 2016. Penghargaan diberikan langs...
Ini 12 Manfaat Dongeng Bagi Perkembangan Anak Dongeng Dapat Meningkatkan Kedekatan Orangtua dan Anak, Ini 12 Manfaat Dongeng Bagi Perkembangan Anak Dongeng anak-anak yang dibacakan oleh orang tua kini memang mulai ditinggalkan, alasannya adalah kesibukan. Padahal sebe...
Penyebarluasan Poster Pekan ASI Sedunia Yth. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di seluruh Indonesia, Berikut disampaikan ​​petikan pidato Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dalam Peringatan Pekan ASI Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 ...
Rehabilitasi Korban Kejahatan Seksual Bisa Seumur Hidup REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rehabilitasi korban kejahatan seksual perlu diberlakukan seumur hidup. Hal itu disampaikan oleh Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Reza Indragiri Amriel, da...

Leave a Reply

Your email address will not be published.