Kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi di tengah masyarakat membuat orang tua patut waspada.

Tidak hanya memberikan pengawasan, orang tua juga harus memberikan edukasi kepada anak khususnya dalam hal menjalin pertemanan dengan
orang lain. Berikut ini tips untuk menjaga Anak dari pelaku pelecehan seksual:

1. Pelaku Pelecehan Kemungkinan Orang yang Dikenal
Orang asing memiliki kemungkinan yang sangat kecil akan melakukan pelecehan seksual pada anak Anda. Jika hal tersebut dilakukan oleh orang yang dikenal, sang anak cenderung akan akan menurut.

Pada beberapa kasus ditemukan pelaku pelecehan seksual mulai dari anggota keluarga, guru, pelatih, atau teman yang terpercaya.

2. Mencurigai Orang Dewasa Beda Gender yang Selalu Ingin Berduaan dengan Anak.
Tentu saja, anak seringkali akan menghabiskan waktu dengan teman-teman yang lebih dewasa. Waspadalah terhadap orang-orang yang berusaha
mendekati Anak Anda. Terutama seseorang yang seringkali memberikan hadiah pada anak Anda.

3. Sedikit Protektif Kepada Anak
Para orang tua harus mengetahui dengan siapa anak akan pergi bermain. Jika ada acara jalan-jalan ke luar kota atau bahkan menginap, orang tua perlu lebih tahu orang-orang yang bersama anak dan seperti apa penginapannya.

4. Ajarkan Anak untuk Berkata Tidak
Ajarkan pada anak kalau ia memiliki kendali atas tubuhnya dan harus mengatakan ‘tidak’ untuk sentuhan yang membuatnya tidak nyaman. Jika perlu, kasih tahu cara menjaga diri dari kemungkinan hal buruk.

5. Jalin Komunikasi yang Baik dengan Anak dan Ketahui Tanda-tanda Anak Sedang Ada Masalah
Komunikasi yang baik akan membuat anak terbuka tentang hal-hal yang menurutnya tidak wajar. Jangan terlalu keras pada anak, supaya anak tidak memiliki rasa trauma. Jika anak menjadi pendiam, orang tua harus tahu penyebabnya. perubahan sikap bisa menjadi tanda bahwa anak Anda mengalami suatu masalah.

6. Percaya Pada Naluri
Jika seseorang membuat Anda tidak nyaman, itu alasan yang cukup untuk menjaga anak untuk menjauhi orang lain.

7. Berikan Alat Komunikasi dan Gadget
Ketika orang tua sedang bekerja otomatis anak tidak dalam pantauan penglihatan Anda. Jika anak Anda cukup umur untuk menggunakan ponsel, tak ada salahnya Anda memberikan hal itu. Saat ini sudah sudah muncul alat (berbentuk jam tangan) yang memungkinkan orang tua dapat memonitor posisi anak dan anak bisa mengirimkan sinyal bila dalam keadaan bahaya.

Artikel Terkait

Nova Eliza: Butuh Laki-laki untuk Hentikan Kekerasan pada Perempuan NOVA Eliza terus berjuang menghentikan kekerasan terhadap perempuan. Perempuan berdarah Aceh tersebut mengumpulkan 51 tokoh laki-laki yang dipilihnya sebagai sosok yang peduli untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan. ...
Apa Itu FCTC Salah satu tuntutan anak Indonesia kepada pemerintah di Hari Anak Nasional adalah segera tanda tangani FCTC. FTCT (Framework Convention on Tobacco Control) atau Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau merupakan pe...
Efek Negatif Belajar Bahasa Asing di Usia Dini Orang tua Harus Mengetahui Tentang Efek Negatif Pembelajaran Bahasa Asing di Usia Dini Sebelum Mengirim Anak-anak ke Lembaga Bahasa Sebagaimana perubahan dinamika pendidikan, guru dan orang tua modern seakan memiliki tanta...
Perppu Kebiri Dinilai Efektif jika Pengebirian Dilakukan secara Nyata Shutterstock KOMPAS.com - Kriminolog Universitas Indonesia, Erlangga Masdiana, menilai, penambahan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual bisa menjadi cara efektif untuk menekan angka kejahatan seksual. Namun, hal it...
Kekerasan dalam Pacaran Fenomena Sunyi di Indonesia Renata, seorang mahasiswi, sudah memahami polanya. Jika sahabatnya Alia memakai kacamata hitam di dalam ruangan, atau jika ia tidak seperti biasanya memakai blus lengan panjang bukannya kaos singlet, atau jika ia menghindar b...

Leave a Reply

Your email address will not be published.