Melerai anak-anak yang sedang bertengkar bukan hal mudah. Para orangtua mungkin sadar bagaimana keadilan dan melindungi mereka sangat penting. Alih-alih ingin anak cepat diam, orangtua justru memarahi tanpa anak tahu apa kesalahannya.

Kepala penelitian dan pengembangan anak di di Focus on the Family, Koh dan Vicky Ho, mengungkap beberapa trik yang bisa dipraktikkan orangtua, seperti dimuat SmartParents, Selasa (6/9/2016) berikut ini:

1. Jangan tanya siapa yang memulainya atau melakukannya

Menyelesaikan pertengkaran tidak harus menyalahkan salah satu anak. Ho mendesak orangtua untuk menahan diri dari diskusi panjang “siapa yang memulai”.

Jika Anda takut bahwa pertengkaran mereka mungkin mengarah pada kekerasan fisik, maka berikan ruang pada anak-anak untuk mereka bicara. Jelaskan kekhawatiran Anda tentang pertengkaran kemudian masukkan aturan dan konsekuensi baru. Setelah anak-anak setuju, bila perlu tulis dan pajang aturan tersebut di kulkas atau dinding di ruang tamu. Dengan cara ini, anak-anak tidak lagi beralasan.

2. Cepat ambil akar masalah

Ho mengatakan, anak-anak berpikir dengan cara yang sama–mereka ingin jawaban dari pertanyaan dasar seperti: “siapa yang peduli aku?” atau “apakah yang saya pikirkan atau lakukan mereka (orangtua) peduli?”.

Dalam hal ini, orangtua harus mencoba untuk mengatur setiap anak untuk memastikan bahwa ia mendapat perhatian penuh Anda. Anda bisa melakukan kegiatan sederhana seperti pergi ke taman bermain atau membeli es krim. Ini hanya untuk menunjukkan kalau si Kecil merasa dicintai dan Anda peduli padanya.

Bersatu dengan pasangan

Anak-anak bertengkar. Foto: whatsupusana

3. Bersatu dengan pasangan

Ingat, hubungan anak-anak dipengaruhi oleh gaya asuh ibu dan ayah sehingga keduanya harus kompak mendidik anak.

Sayangnya, gaya asuh ibu dan suami kadang kurang kompak. Padahal anak-anak melihat semua perilaku orangtua mereka.

Ho menyarankan, orangtua dapat memeriksa bagaimana mereka berbicara dan berperilaku satu sama lain.

4. Gunakan kata-kata damai

Koh merekomendasikan orangtua untuk mengatakan hal-hal seperti “kalian berdua harus saling menyayangi dan mengurus satu sama lain” untuk menghindari bias tidak memuji satu anak dari yang lainnya. Sebaliknya, puji anak-anak ketika mereka menghabiskan waktu bersama atau sekadar berbagi barang-barang mereka.

5. Ajarkan anak-anak Anda bagaimana untuk menyelesaikan masalah

Ho mengatakan, jika Anda mendengar anak-anak berdebat, mendekatlah sehingga mereka tahu Anda mendengarkan. Katakan bahwa Anda akan memberi mereka beberapa menit untuk menyelesaikannya masalahnya sendiri. Orangtua boleh ikut campur bila anak tidak menunjukkan kemajuan atau justru mengarah pada kekerasan fisik.

“Ajarkan juga anak-anak untuk bernegosiasi di sekolah dan di lingkungan rumah untuk menemukan solusi dan adil. “Hindari menggunakan kata-kata kasar atau menghina ketika mereka memilah masalah. Jelaskan kepada anak-anak Anda bahwa kata-kata tersebut bisa menyakiti seseorang.”

Saat mereka bisa menyelesaikan masalah dan saling membantu, jangan lupa untuk memberikan anak pujian.

Sumber: liputan6.com

Artikel Terkait

Penguatan Jejaring Trafficking Bagi Aparat Desa Th.2017 Bandung,Kepala Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat Saat memberikan Paparan dalam acara Penguatan Jejaring Trafficking Bagi Aparat Desa Tahun 2017.Acara di laksanakan oleh Bidang PP yang berlangsung di hotel Putri Khatulistiwa Jat...
Lindungi Si Kecil dari Pornografi (2) Delapan Ciri Kecanduan Bagaimana mengetahui anak sudah adiktif terhadap pornografi? Yang pertama, anak menghabiskan  waktu lebih banyak dengan perangkat teknologi, seperti internet, games atau HP. "Anak juga gampang marah...
Cara Istri Gubernur Jawa Barat Cegah Perdagangan Manusia SUKABUMI, KOMPAS.com. - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan menyatakan, penanganan human trafficking (perdagangan manusia) harus dibarengi dengan...
Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Foto Ada satu langkah unik yang digagas Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan, dalam menggalakkan program ketahanan keluarga, yaitu melalui foto. Bagaimana foto ...
Taman Kota Dibangun untuk Memelihara Keutuhan Keluarga Tingginya angka perceraian lebih disebabkan kurangnya waktu yang berkualitas antara suami istri dan keluarga serta kurang terbangunnya keluarga yang utuh. Oleh karena itu Pemerintah Kota Bogor  berupaya semaksimal mungkin unt...

Leave a Reply

Your email address will not be published.