PB PON Tahun 2016, bersama Dekranasda Jabar, telah meluncurkan 12 jenis merchandise resmi PON tahun 2016.

Hal demikian, diutarakan Ketua Dekranasda Jabar, Ny. Netty Prasetyani dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (14/9).

Menurut Netty, ke-12 jenis barang yang menjadi merchandise antara lain : kaos, kipas, mug, boneka, dompet, tas, gantungan kunci, pin, mouse pad, plakat, topi dan magnet kulkas.

“Pengadaan barang tersebut, melibatkan perajin secara merata di seluruh daerah di Jabar, diantaranya tas kulit dari Bogor dan Boneka dari Bekasi” katanya.

Untuk pembuatan produk tersebut, pihak Dekranasda Jabar sudah melaksanakan pembinaan dan kurasi pada perajin.

“Dalam pelaksanaan PON tahun 2016, akan diselenggarakan pameran di 16 Kabupaten/Kota, 111 hotel dan 12 venue” ujarnya.

Dalam pameran, akan ditampilkan 68 jenis kuliner yang menjadi unggulan Kabupaten/Kota di Jabar. (NR)

Total Produksi Merchandise PON Capai Rp 2,1 Miliar

Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dan Peparnas XV/2016 Jawa Barat menganggarkan Rp 2,1 miliar untuk menyediakan cindera mata resmi PON. Pembuatan pernak-pernik itu melibatkan banyak pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Ketua Bidang Promosi, Dana, dan Usaha PB PON 2016 Hening Widiatmoko mengatakan pihaknya memasarkan 12 jenis merchandise resmi PON seperti kaos, topi, dan boneka. Cindera mata tersebut dikerjakan oleh sekitar 30 perajin.

Selain itu, pihaknya pun menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jabar dalam mengerjakan proyek senilai Rp 2,1 miliar ini. “Kami tidak tahu jumlahnya (seluruh pernak-pernik) berapa, namun yang pasti nilainya 2,1 miliar rupiah,” kata Hening usai menghadiri penandatanganan kerja sama penerbitan uang elektronik edisi PON 2016 dengan enam bank serta konferensi pers terkait Pameran PON XIX/2016 sebagai upaya mewujudkan sukses ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, merchandise ini akan disebarkan ke seluruh kabupaten/kota di Jabar khususnya yang menjadi tuan rumah pertandingan. “Nanti akan ada pameran-pameran di pusat kota, venue, dan hotel tempat kontingen menginap,” katanya. (Pun)

Dekranasda Jabar Pastikan Pembuat Marchandise PON, UMKM Asal Jabar

Ketua Dekranasda Jabar Netty Prasetiyani Heryawan menyambut baik upaya ini. Dalam menggarap ini, kata dia, pihaknya memastikan keterlibatan pelaku UMKM asal Jabar.

Bahkan, UMKM tersebut merupakan pelaku usaha yang sangat memerlukan perhatian pemerintah karena baru merintis. Hal inipun dilakukan untuk pemerataan di setiap daerah.

“Demi asas pemerataan. (Merchandise) ini berasal dari seluruh kabupaten/kota, seperti dompet dari Bogor, boneka dari Bekasi. Tapi Dekranasda tidak terlibat dalam penetapan jumlah dan harga,” kata Netty.

Netty menyebut, pameran tersebut akan digelar pada 16-25 September dan dibagi ke dalam dua tahap. “Seperti di GOR Bima Cirebon, Gedung Sate, alun-alun di setiap daerah,” katanya.

Selain itu, pameran ini akan dilakukan juga di sejumlah venue dan 10 hotel yang paling banyak dihuni kontingen. Seluruh hotel tersebut berada di kawasan Bandung Raya seperti Hotel Ibis, Sutan Raja, Jayakarta, dan Aquilla.

Netty menyebut, pameran inipun akan melibatkan sedikitnya 284 perajin dari setiap kabupaten/kota. “Diharapkan melibatkan 1.136 pekerja, yang betul-betul menyemarakan denyut perekonomian Jabar dengan adanya PON ini,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, diterbitkan juga 7.200 kartu uang elektronik yang berasal dari bank bjb serta lima bank nasional seperti Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Kartu uang elektronik tersebut akan diterbitkan dengan corak PON 2016 Jabar.

Kartu elektronik ini akan diberikan secara cuma-cuma kepada setiap kontingen. Ketua Umum PB PON yang juga Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, hal ini merupakan terobosan yang dilakukan pihaknya.

Dengan uang elektronik ini, Heryawan berharap transaksi di Jabar bisa meningkat. Selain itu, inipun diharapkan bisa meningkatkan penggunaan uang elektronik di masyarakat.

“Membawa barang berharga itu bermasalah, rawan kalau ada apa-apa. Orang ingin berbuat buruk, kalau uang cash rawan,” katanya di tempat yang sama.

Dengan penggunaan uang elektronik inipun, menurutnya akan meminimalisasi penyimpangan keuangan di masyarakat. “Kasir-kasir tidak akan memberi uang kembalian dengan permen, karena uangnya pas. Juga akan menekan perilaku koruptif,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, ke depan perlu ditambah lebih banyak gerai yang bisa menerima transaksi dengan uang elektronik. “Ke depan kalau perlu di Jabar outlet-outlet perbelanjaan hanya melayani e-money,” pungkasnya (Pun)

Sumber: Jabarprov.go.id

Artikel Terkait

Jabar Dipastikan Juara Umum PON XIX Kontingen Jawa Barat sudah bisa dipastikan menjadi juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016 meski masih ada satu hari pertandingan lagi. Penantian panjang selama 55 tahun pun terbayarkan Hingga Selasa (27/9/...
Opening Ceremony Peparnas Hadirkan Pertunjukan Berbeda Dengan PON Opening Ceremony (Upacara Pembukaan) Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 akan digelar pada 15 Oktober 2016 di Stadion Siliwangi, Kota Bandung. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar selaku Wakil Ketua Umum PB PON XIX...
Ajar Ini pada Anak agar Tumbuh Membanggakan 15 Hal Ini Penting Diajarkan Pada Anak Agar Anak Tumbuh Membanggakan Orangtuanya Sebagai orangtua, tentu Anda ingin anak tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang sukses dan bisa dibanggakan.  Seperti dijelaskan di beriku...
Sampul Buku Tulis Menjurus Pornografi, KPAI Imbau Ortu Waspada Belakangan waktu ini ditemukan sampul buku tulis berwarna cokelat dengan gambar yang menjurus pornografi dan menjadi perbincangan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau para orang tua untuk berhati-hati dalam me...
Netty: Ortu Jangan Asik Selfie! Disela-sela kegiatannya dalam men-support tim voli putri Bandung Bank BJB Pakuan, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengunjungi salah satu wahana edukasi di Kota Batu Jawa Timur yakni Museum Angkut ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.